PKM UNJ 1
(Minggu, 4
Juni 2017 di Gedung Ki Hajar Dewantara lantai 1)
Public Relations
oleh: Bambang Irawan (Koordinator BEM SI 2015)
Sebelum membahas tentang materi, Kak Bambang
menceritakan pengalaman menariknya selama menjadi mahasiswa. Ada perkataan
beliau yang membuat saya ingin mencatatnya, yaitu tentang aktivis : “Aktivis itu adalah ketika yang lain diam, dia
bergerak. Ketika yang lain tidur, dia terbangun. Dan ketika yang lain saling
menyalahkan, dia bertanggung jawab”.
Sebelum memulai materi, kami peserta PKMUNJ diajak untuk menonton video tentang bagaimana Public Relations itu. Kak Bambang menjelaskan bahwa Public Relations itu proses interaksi opini publik yang menanamkan keinginan baik dan kepercayaan serta memberikan citra yang baik. Adapun tujuan dari Public Relations itu sendiri adalah menumbuhkan citra positif organisasi, mendukung program organisasi, dan mengembangkan sinergitas fungsi organisasi.
, Public Relations merupakan
unsur penting dalam pembentukan
identitas dengan tepat dan benar serta
mampu menaruh kepercayaan
public terhadap organisasi.
Bagaimana langkah kita untuk membangun Public
Relations?
Pemateri menjabarkan ada 4 langkah.
Yang pertama, membentuk citra positif. Untuk mendapat kepercayaan maka kita harus
membentuk aura, citra, pandangan yang positif.
Yang kedua, media. Media sangat berperan
besar bagi banyak orang karena menimbulkan banyak pandangan karena tiap orang
yang membaca atau melihatnya akan mempunyai beda perspektif.
Yang ketiga, pengemasan content organisasi.
Pembawaan suatu organisasi jika ingin menarik orang lain atau organisasi
tertentu haruslah memberikan kesan yang menarik pula.
Dan yang keempat, menjalin relasi dan lobi.
Menjalin relasi bisa dengan silaturahmi dengan orang lain. Untuk melobi, kita
harus bisa memahami kondisi orang itu terlebih dahulu. Jangan melobi orang di
kondisi yang tidak pas karena bisa menghambat maksud lobi dari kitanya sendiri.
Kak Bambang mengatakan bahwa dengan lobi kita harus pandai memancing percakapan
atau obrolan dengan orang yang kita tuju.
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
PKMU 1 Jilid 2
(Sabtu, 10 Juni 2017 di Gedung KH Asjiem Asj’ari lantai 3)
REKAYASA SOSIAL
oleh : M. Rusdi, Deputy Presiden KSPI
Perubahan sosial adalah situasi masyarakat sebagai akibat adanya ketidaksesuaian
unsur-unsur nilai & norma-norma sosial yang dianut selama ini. Perubahan
sosial juga merupakan perubahan dalam segi fenomena sosial dalam berbagai
tatanan.
Tujuan perubahan sosial adalah
terciptanya
sebuah tatanan sosial (masyarakat) ekonomi, budaya, politik yang lebih baik
(berkeadilan, beradab, sejahtera).
Instrumen Perubahan Sosial:
·
Pengetahuan,
gagasan & kreasi (ideology & agama)
·
Modal sosial
(solidaritas sosial, komunalisme, dari masyarakat)
·
Modal capital atau uang
·
Teknologi
·
Birokrasi /
rezim
·
Metodologi
& Strategy/manajemen
Cara perubahan sosial,
peradaban lahir karena dua factor yaitu Adanya kelompok & kondisi
lingkungan.
Teori siklus perubahan :
·
Lahirnya
peradaban
·
Perkembangan
peradaban
·
Keruntuhan
peradaban
Contoh perubahan sosial :
·
Revolusi
para nabbi
·
Terjadinya
renaissance pada abad pertengahan
·
Kemerdekaan
RI ‘45
·
Orde Baru
·
Reformasi
‘98
Paradoks & tantangan
Indonesia :
·
72% lahan
Indonesia hanya dikuasai segelintir orang
·
Pendapatan
perkapita 4jt/bulan
·
Kepemilikan
rumah 80%, di Jakarta hanyan 50%
Teori Perubahan :
·
Para
nabi-nabi melakukan perubahan berbasiskan wahyu
·
Ajaran agama yang dibawa bersifat memberontak terhadap penguasa yang Tiran
·
Surat Ar-Rad ayat 11, Allah tidak merubah keadaan suatu kaum kecuali dari
mereka sendiri
·
Surat Ali
Imron ayan 140
·
Narasi besar wahyu dan revolusi. Narasi tauhid (keadilan, sejahtera)
Strategi mewujudkan perubahan
:
·
Membangun
kesadaran individu (periode mekkah)
A. merubah
pandangan setiap diri tentang hidup.
B. Belajar dari
sejarah umat terdahulu (30% alquran adalah sejarah)
C. Membangun
ketaatan dalam jamaah (mulai dari sholat berjamaah)
·
Hijrah
sebagain symbol selesainya “masalah dirinya” dan siap berubah membangun
peadaban
·
Membangun
tatanan baru masyarakat (periode Madinah)
Allah memberikan ruang pada
mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi rakyat.
Problem terbesar kepemimpinan
untuk kemajuan kita adalah diri kita sendiri. Karena manusia saat ini cenderung
sedih akan masa lalu sehingga takut akan masa depan.
Setiap manusia punya keinginan
, manusia adalah makhluk sosial pasti butuh orang lain. Karena manusia adalah
makhluk yang tidak sempurna, maka harus terus bergerak menuju kesempurnaan
Allah.
“Teruslah bergerak kawan,
karena diam adalah pengkhianatan pada diri, dan pengingkaran terhadap Allah” – Pa
Rusdi
Setelah
penyampaian materi, selanjutnya diadakan sesi tanya jawab dan pemberian
bingkisan oleh panitia. Seperti biasa pula disetiap materi, panitia memberikan
postest ke peserta. Lalu peserta diberikan waktu istirahat dan kembali dengan
duduk berkelompok untuk persiapan materi kedua.
URGENSI COUNTER INTELEGENCE BAGI KEPENTINGAN NASIONAL
oleh : Moses Caesar Assa, S.Pd., M.Sc
Jika intelejen adalah tentang menemukan dan
menggunakan informasi untuk memenangkan kontes, maka Counter Intelegence adalah
tentang mengalahkan lawan-lawan untuk melakukan dengan menghalangi atau
memanipulasi informasi yang relevan. -Sims dan Gerber 2009
Tujuan dari
Counter Intelegence adalah tidak lepas dari Undang-Undang Dasar 1945 khususnya
alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu kepentingan
nasional.
"...untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial, maka.."
Yang perlu
dilakukan dalam Counter Intelegence adalah :
Membaca sinyal masa depan
Sebuah isu
muncul bisa dilihat dengan berpatokan masa yang sudah berlalu dan bisa
kita hubungkan dan bersangkutan dengan masa sekarang. Sehingga akan menjadi
sebuah trend yang akan terjadi dan setelahnya kita bisa merumuskan masalah yang
ada.
Human
agency
Signals → data → information → knowledge
Konsep untuk memudahkan membaca sinyal :
·
Wild Card : isu yang susah untuk diantisipasi, datangnya tiba-tiba, susah
dipersiapkan, dampak yang dihasilkan significant, dan kemungkinan kecil untuk
terjadi.
·
Weak Signal : isu kecil yang hadir yang tidak significant yang dapat
memberitahu kita tentang perubahan di masa depan. Isu-isu yang hadir tidak
signifikan yang menyediakan trend terjadi di masa depan sehingga membuat respon
sedikit dari isu tersebut.
·
Strong Signal : isu-isu yang hadir sudah memiliki banyak data yang mendukung
sehingga lebih memiliki banyak respon dan menjadi trend serta lebih banyak
responnya dibanding weak signal.
Mengantisipasi keadaan
1.
Melakukan tracking weak signal
2.
Mengklarifikasi weak signal tersebut dalam sebuah trends dan kecendrungan
muncul strong signal.
3.
Menganalisis dan membuat skenario terhadap trends.
Kontra Intelejen
Terjadinya kontra
intelijen dari proses-proses di atas tak akan terjadi jika kita tidak berusaha
untuk mau tau dan terbuka terhadap isu disekitar kita untuk menjadikannya sebagai
trends.
#PKMUNJ2017
#PEMUDAMASAKINI
#PEMIMPINMASADEPAN
#PEMUDAMASAKINI
#PEMIMPINMASADEPAN



Komentar
Posting Komentar